|
Belajar dari orang kedua terkaya di duniaDipasar dapat kita jumpai dua macam investor. Yang pertama adalah investor yang aktif bertransaksi, dimana ia sering menggunakan analisa teknikal. Dan yang kedua adalah investor pasif dengan strategi buy and hold. Berdasarkan banyak penelitian, investor pasif akan mendapatkan return yang lebih tinggi dibandingkan dengan investor aktif. Investor aktif akan banyak melakukan transaksi sehingga biaya (fee jual/beli) yang dikeluarkan menjadi besar. Warren Buffet merupakan investor pasif yang sangat berhasil. Ia merupakan orang terkaya kedua didunia dengan kekayaan $ 42 milyar per 2006. Ia belajar value investing dari Benjamin Graham, dan mempraktekkannya pada perusahaanya, Berkshire Hathaway. Strategi value investing yang digunakannya amatlah sederhana. Beli saham yang memiliki nilai yang rendah namun berpotensi besar. Anggap saja, kita membeli barang berkualitas dengan harga murah. Perlu diperhatikan bahwa tidak semua yang murah adalah tidak berkualitas. Tugas kita sebagai investor adalah mencari saham murah yang berkualitas. Saham yang murah dapat berarti dua hal, pertama karena saham tersebut murah karena kualitasnya (perusahaan) buruk. Kedua karena sedikit/tidak ada investor / analis yang bermain pada saham tersebut, sehingga harganya rendah dan tidak likuid. Indikator murahnya suatu saham dapat dilihat dari rasio PE (Price Earning), yang mudah ditemukan pada surat kabar bisnis. PE menjelaskan perbandingan harga dengan Earning Per Share (laba per saham). Misalnya jika harga saham 1000, dan Earning Per Share = 100, maka PE = 1000/100 = 10. Dapat dikatakan bahwa dengan memiliki saham seharga 1000, kita mendapatkan laba 100, sehingga keuntungan yang diperoleh 10%. Perhitungan tersebut berlaku bila perusahaan memberikan semua keuntungan manjadi deviden. Jadi semakin tinggi PE semakin “mahal” suatu saham. Pada umumnya perusahaan dengan pertumbuhan tinggi mempunyai PE yang tinggi pula, seperti perusahaan investasi (Bakrie and Brother). PE hanya memberi gambaran bahwa suatu saham adalah murah, namun tidak menjelaskan apakah ia berkualitas atau tidak. Untuk itu perlu dilakukan analisa mendalam, seperti mengetahui pertumbuhan laba, jumlah hutang yang dimiliki perusahaan, dan kekonsistenan memberikan deviden. Kita perlu berusaha untuk mendapatkan informasi tersebut, karena tidak ada kaya yang jatuh dari langit. Jadi lakukanlah tugas anda. Setelah mengetahui saham murah yang berkualitas, dibutuhkan waktu yang panjang untuk mendapatkan hasil (>1 tahun). Untuk itu diperlukan kesabaran, sesuatu yang jarang dimiliki investor di dunia ini. Buffet sendiri merupakan orang yang sangat sabar, dan dengan kesabarannya ia menjadi orang terkaya kedua didunia. Jadi sesungguhnya untuk menjadi kaya hanya dibutuhkan 2 hal, kesabaran dan lakukanlah tugas anda. |
Web service
Other service
|