Solusi IT Indonesia » motivasi

Archive for motivasi

Pilih Yang Terbaik

Ada beberapa pilihan untuk memotivasi SDM (sumber daya manusia) dalam sebuah perusahaan / organisasi yaitu antara lain melalui: FEAR, INCENTIVES dan SELF IMPROVEMENT

1. Menciptakan Rasa Takut (FEAR)
Banyak perusahaan menggunakan cara ini agar karyawannya termotivasi mencapai target atau lebih produktif, dengan menciptakan rasa takut akan sanksi yang dapat dikenakan apabila mereka tidak memenuhi standar perusahaan. Sanksi itu bisa berupa PHK, komisi atau bonus ditahan, pemotongan gaji, dsb. Dalam situasi tertentu cara ini kelihatan efektif namun sebenarnya cara motivasi seperti ini kurang baik apalagi untuk jangka panjang dan secara menyeluruh tidak sehat bagi perusahaan. Hal ini juga dapat membuat karyawan tertekan dan menghambat kreativitas mereka.

2. Memberi Insentif (INCENTIVES)
Cara ini sebenarnya seperti “menggantung wortel didepan mulut keledai.” Selama pancingan tersebut ada dan masih menarik dia akan terus berjalan maju. Masalahnya beberapa orang hanya termotivasi saat ada insentifnya begitu insentifnya tidak ada atau sudah dianggap kurang maka motivasi ikut menurun.

3. Melalui Pelatihan Berkala Utk Pengembangan SDM (Self Improvement)
Orang-orang akan termotivasi apabila dia mengetahui bahwa sumber motivasi terbesar sebenarnya ada didalam diri mereka.  Karena dihati yang terdalam setiap orang ingin alami peningkatan, perkembangan, dan pertumbuhan pribadi serta menjadi pribadi yang lebih baik. Perusahaan dapat menciptakan ini melalui program-program training berkala untuk setiap SDM nya. Pertumbuhan SDM akan berdampak pada pertumbuhan perusahaan dan organisasi.

Invest in your employee’s personal growth and they will reward you with high motivation!

Sumber: Haryanto Kandani - Motivator & Self Improvement Trainer

Comments

You’re A Motivator

Sekarang ini banyak orang gemar menghadiri seminar-seminar motivasi walaupun harus membayar dengan harga yang mahal, karena melalui seminar-seminar tersebut mereka berharap memperoleh semangat dan energi yang baru. Apalagi kalau sang motivator atau pembicara dapat memotivasi dan menginspirasi mereka hingga menyentuh emosi yang mendalam, dari tertawa hingga bahkan menangis. Hal ini membuat mereka menjadi tiba-tiba dalam sekejap rasanya ingin berubah dan meraih impian yang sebesar-besarnya.

Namun sayangnya seringkali bagi beberapa orang motivasi itu tidak bertahan lama, bahkan biasanya sebagian orang dalam hitungan minggu mereka mulai kembali pada pola dan kebiasaan yang lama. Semangat untuk meraih impian mulai pudar dan biasanya mereka menunggu dipompa kembali melalui seminar motivasi berikutnya, dan hal ini biasanya menjadi suatu siklus kebiasaan.

Fenomena inilah yang menjadi pemikiran saya sebagai seorang pembicara motivasi, apakah setiap orang perlu motivator? atau apakah beberapa orang yang tidak mengetahui cara memotivasi diri sendiri? bagaimana dengan kehidupan para motivator, siapa atau apa yang memotivasi mereka?

Akhirnya melalui pengalaman mengadakan berbagai seminar, training dan personal coach saya menemukan bahwa kebanyakan orang tidak mengetahui cara memotivasi diri sendiri. Ini yang membuat mereka sering menunggu dorongan dari luar. Bahkan yang tragis mereka tidak menyadari bahwa harusnya yang menjadi “sang motivator sejati” adalah diri mereka sendiri. Karena setiap orang pada dasarnya memiliki motivasi dalam dirinya. Sumber motivasi terbesar bukanlah dari luar tapi ada di dalam diri setiap orang.

Ini yang membuat saya meyakini bahwa semua orang dapat menjadi motivator bagi dirinya sendiri asal saja mereka tahu bagaimana membangkitkan sumber motivasi dalam diri mereka dan mengarahkannya ke sasaran yang tepat.

Anthony Robbins seorang motivator handal di dunia pernah berkata bahwa pada dasarnya setiap orang akan termotivasi karena mengejar nikmat (pleasure) dan menghindari sengsara (pain). Jadi kita dapat memotivasi diri untuk berubah ataupun dalam hal pencapaian dengan mengasosiasikan kedua hal tersebut sebagai unsur motivasi.

Saya sendiri sering mengatakan bahwa salah satu sumber motivasi yang sangat luar biasa dalam diri kita adalah motivasi karena cinta (The Power of Love Motivation). Motivasi ini yang dapat memberi kita dorongan kuat dalam berbagai hal. Sebagai contoh seorang janda tua mampu bertahan hidup dan mencari nafkah bagi anak yang dicintainya, seorang bapak rela mengorbankan nyawanya demi keselamatan keluarganya saat terkena musibah kebakaran, ataupun bangunan terkenal di dunia yaitu Taj Mahal yang kita ketahui dibangun dengan alasan cinta.

Singkatnya saat kita mengerjakan apa yang kita cintai, mencintai apa yang kita kerjakan dan bekerja bagi orang-orang yang kita cintai, ini dapat menjadi motivator yang dahsyat bagi diri kita senantiasa.

Sumber: Haryanto Kandani - Motivator & Self Improvement Trainer

Comments

4 skills to improve your career

Kompetisi dalam dunia kerja terus terjadi oleh karena itu kita harus mampu bersaing dengan yang lain agar dapat terus meningkat dalam karir. Seringkali dalam training yang saya adakan saya berkata kepada para peserta bahwa cara terbaik untuk berkompetisi dalam dunia kerja adalah dengan cara meningkatkan kompetensi yang dapat membuat kita terus lebih unggul dari yang lainnya. Tentunya kita tidak cukup cuma ahli di bidang kita melainkan kita juga perlu menguasai keahlian-keahlian lainnya yang dapat mendukung keahlian utama yang sudah dimiliki. Berikut ini ada 4 macam keahlian yang perlu dikuasai untuk mendatangkan peningkatan pada karir kita:

1. Selling Skill

Kemampuan menjual bukan hanya perlu dikuasai oleh para sales tapi juga oleh setiap orang yang ingin meningkat dalam karir. Karena dalam bidang pekerjaan apapun seseorang harus mampu menjual apakah itu suatu produk atau jasa, maupun “menjual diri” sendiri yang mungkin bisa diartikan seperti seorang karyawan menjual kinerjanya pada suatu perusahaan, seorang guru menjual pengetahuan, seorang designer menjual keahliannya. Intinya setiap kita bertanggung jawab penuh untuk menciptakan nilai tambah pribadi yang membuat nilai jual kita semakin tinggi sehingga karir dapat terus melejit.

2. Interpersonal Skill

Keahlian membangun hubungan dan berinteraksi dengan orang lain sangat dibutuhkan untuk meningkat dalam karir. Karena dalam dunia kerja hampir tiga perempat waktu yang kita habiskan berhubungan dengan orang banyak seperti customer, supplier, atasan, rekan kerja, bawahan. Makanya tidak heran sejumlah studi ilmiah menyimpulkan 85% kunci sukses ditentukan bukan dari keahlian atau keterampilan teknis saja melainkan kemahiran dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain. Kemampuan membina hubungan akan sangat menolong kita dalam hal kerjasama tim, membangun networking, memenangkan hati pelanggan, dan disukai banyak orang.

3. Communication Skill

Kemampuan berkomunikasi adalah suatu alat yang penting untuk meraih kemajuan dalam karir. Fakta menunjukkan bahwa kemampuan anda mencapai tujuan sangat dipengaruhi pada kemampuan anda dalam berkomunikasi dan mempengaruhi orang lain. Keahlian ini dapat terus dilatih dan dikembangkan agar kita dapat menjadi komunikator yang handal sehingga kita dapat dengan efektif menyampaikan ide-ide, mempresentasikan suatu proyek, mengkomunikasikan manfaat suatu produk atau jasa yang akan menentukan suatu penjualan.

4. Learning Skill

Kita hidup di era informasi yang mana suatu informasi dapat diakses secara mudah dengan berbagai sarana. Beberapa informasi tertentu dapat menjadi sangat berharga yang mendatangkan berbagai keuntungan. Hal inilah yang harusnya mendorong kita untuk terus menyerap sebanyak mungkin informasi yang dibutuhkan sesuai bidang kita melalui seminar, koran, internet, membaca buku bahkan belajar dari para praktisi dan ahlinya. Proses ini menuntut pembelajaran yang efektif agar kita tidak ketinggalan dengan yang lain, selain itu juga kita harus mampu menyeleksi dan mengolah informasi yang kita serap agar selalu relevan dengan diri kita. Peningkatan pengetahuan selalu diikuti dengan peningkatan kompetensi lalu diikuti dengan peningkatan karir.

Apabila anda serius ingin meningkatkan karir, maka mulai investasikan waktu anda untuk mempelajari keahlian-keahlian tersebut dan anda akan lihat hasilnya yang mendatangkan banyak manfaat.

Sumber: Haryanto Kandani - Motivator & Self Improvement Trainer

Comments (1)

Winner mentality

Sebuah keberhasilan sangat ditentukan oleh mentalitas yang kita miliki. Mentalitas kita akan menentukan apakah kita akan menang atau kalah dalam kehidupan ini. Oleh karena itu kita perlu membangun mentalitas seorang pemenang yang akan membawa dampak dalam pekerjaan kita dan juga pada proses pencapaian. Ingatlah selalu bahwa kita telah ditentukan untuk menang bahkan lebih dari pemenang, jadi sangatlah tidak wajar kalau kita terus menerus mengalami kekalahan dalam hidup ini. Seseorang dengan sikap mental pemenang akan selalu mampu bertahan dalam situasi yang sulit bahkan terus berusaha mencapai hasil yang terbaik.

1. Memiliki sasaran jelas
Seorang pemenang mengetahui dengan jelas akan apa yang hendak diraihnya, sehingga ini memudahkan ia untuk fokus dalam mempersiapkan diri dan mengalokasi waktu serta energi yang akan digunakan dalam mencapai suatu target atau sasaran. Sasaran yang jelas adalah seperti melihat suatu gambar puzzle yang telah jadi terlebih dahulu sebelum mulai menyusun setiap kepingan puzzle tersebut. Hal ini memudahkan untuk merangkai setiap keping menjadi sesuai dengan gambar akhir yang diinginkan. Begitupula kalau kita ingin meraih sesuatu yang besar pastikan kita dapat melihat dengan jelas terlebih dahulu sasaran kita lalu mulai merangkai langkah-langkah yang dibutuhkan.

2. Penuh dengan keyakinan
Orang yang kalah selalu pesimis sedangkan seorang pemenang selalu bersikap optimis. Mentalitas seorang pemenang senantiasa penuh dengan keyakinan yang memiliki dasar dan menghasilkan tindakan ke arah sasaran. Keyakinan kita dapat menghasilkan berbagai strategi yang mendukung untuk meraih suatu tujuan. Mentalitas yang penuh keyakinan inilah yang perlu kita bangun dalam bekerja maupun dalam berkarir, apalagi kalau kita memiliki tanggung jawab untuk mencapai suatu target penjualan atau menyelesaikan suatu proyek.

3. Cara pandang yang berbeda
Pemenang melihat dengan cara yang positif, orang yang kalah melihat dengan cara yang negatif. Pemenang melihat kesempatan, orang yang kalah selalu melihat kesulitan. Pemenang melihat jalan keluar, orang yang kalah melihat masalah. Seorang pemenang selalu memandang setiap hal dengan cara pandang yang berbeda, inilah yang membawa ia meraih hasil yang berbeda pula dan melampaui keterbatasan yang ada. Kalau kita ingin menjadi seorang pemenang maka mulai pandang setiap hal dalam hidup ini dengan cara pandang yang benar.

4. Berani bayar harga
Untuk setiap keberhasilan dan pencapaian ada harga yang harus dibayar. Hal ini yang perlu kita perhitungkan dari awal. Banyak orang punya keinginan untuk meraih sesuatu yang besar dan signifikan namun cuma sedikit yang benar-benar mau bayar harganya. Kita harus siap keluar dari area kenyamanan dan bayar harga untuk apa yang ingin kita capai. Ingat bahwa harga sebuah kemenangan tetap lebih murah dibanding harga sebuah kegagalan.

5. Tidak mudah menyerah
Alasan mengapa banyak orang mudah menyerah karena menyerah itu cara yang paling mudah saat seseorang merasa tidak mampu mengahadapi berbagai kesulitan. Makanya ada istilah “Winner never quit and quitter never win“. Seorang pemenang memiliki sikap mental yang tidak mudah menyerah sekalipun keadaan dan situasi yang dihadapinya begitu sulit. Mereka menyadari sepenuhnya bahwa kemenangan bukan berarti tidak adanya kesulitan melainkan bagaimana mengalahkan kesulitan-kesulitan tersebut. Orang yang kalah seringkali sudah menyerah dulu saat menghadapi tantangan bahkan ada juga yang menyerah sebelum ia mengalami kegagalan karena ia tidak pernah berani mencobanya. Mentalitas seorang pemenang adalah mengakhiri apa yang sudah ia mulai dan pantang untuk berhenti di tengah jalan.

WINNERS don’t do different things, They DO THINGS DIFFERENTLY.

Sumber: Haryanto Kandani - Motivator & Self Improvement Trainer

Comments

Take control of your life

Seringkali dalam kehidupan ini kita mencoba mengendalikan segala sesuatu agar senantiasa sesuai dengan apa yang kita harapkan terjadi, dan pada akhirnya sikap ini malah membuat kita menjadi marah bahkan stres sendiri ketika kita mendapati ada hal-hal yang terjadi tidak sesuai dengan yang kita harapkan apalagi saat kita mulai menyadari bahwa hal-hal tersebut ternyata ada diluar kendali kita.

Ada saat-saat dimana mungkin kita merasa situasi yang kita alami begitu menghambat hidup kita, orang-orang mengecewakan kita, keadaan di sekeliling kita rasanya kurang mendukung, banyak kegagalan yang telah kita lalui, hal ini semua telah membuat hidup kita rasanya tidak berdaya.

Perlu diketahui bahwa tidak semua hal ada didalam kendali Anda. Kenyataan yang harus kita terima bahwa kita tidak dapat mengendalikan masa lalu kita yang mungkin penuh dengan pengalaman buruk, kita mungkin tidak dapat senantiasa mengendalikan situasi dan kejadian yang akan terjadi dalam hidup kita agar selalu dalam keadaan yang baik, begitupula kita tidak selalu dapat mengendalikan bagaimana orang-orang seharusnya bersikap pada kita.

Yang dapat kita lakukan adalah mulai berfokus pada hal-hal atau area yang berada didalam kendali kita, yaitu kita dapat mengendalikan sepenuhnya hidup kita agar dapat berespon dengan tepat dan benar saat segala hal-hal buruk atau yang kita tidak inginkan terjadi, kita pun dapat kendalikan pikiran dan perasaan bahkan tindakan kita untuk tetap berada dalam kondisi yang kita inginkan.

Makanya ada yg berkata “yang terpenting bukanlah apa yang terjadi pada kita melainkan bagaimana kita meresponi apa yang terjadi pada kita”. Ingat respon kita akan selalu menentukan suatu hasil dan itu sepenuhnya adalah pilihan kita bahkan ada didalam kendali kita.

Ini saatnya untuk mulai ambil kendali penuh atas hidup kita untuk meraih keberhasilan dan menikmati kehidupan yang lebih baik. Tidak perlu tunggu sampai situasi dan keadaan menjadi seperti yang Anda inginkan karena bisa jadi itu tidak kunjung tiba, dan juga berhentilah menyalahkan orang lain. Kita memiliki tanggung jawab penuh atas hidup kita sendiri dan perubahan harus dimulai dari diri kita.

Dengan pengertian seperti ini maka kita dapat menikmati suatu kehidupan yang lebih maksimal dan penuh kebahagiaan, karena kita tidak perlu lagi bersusah payah mengendalikan segala sesuatu yang memang berada di luar kendali kita. So Take Control of Your life.

Don’t be stress by something you can not control“.

Sumber: Haryanto Kandani - Motivator & Self Improvement Trainer

Comments

If you believe you can achieve

Kita sudah mengetahui bahwa yang membedakan tingkat pencapaian antara seseorang dengan yang lainnya adalah keyakinan mental yang mereka miliki. Keyakinan adalah sesuatu yang memberdayakan orang yang biasa-biasa saja agar mampu melakukan dan memperoleh sesuatu yang luar biasa. Jadi jika Anda punya keyakinan yang memberdayakan dan mendukung maka apa saja dapat Anda raih.

Keyakinan Anda akan mempengaruhi tindakan dan seberapa banyak potensi pribadi Anda akan mengalir. Jika Anda percaya sesuatu dapat dicapai, maka Anda akan berusaha habis-habisan untuk membuatnya terjadi. Walaupun dalam proses pencapaian Anda menemukan banyak kendala, namun keyakinan Anda akan mendorong Anda untuk mengubah setiap kegagalan menjadi umpan balik dan mengubah strategi Anda sampai mendapatkan hasil yang Anda inginkan. Jika Anda telah mendapatkan hasil yang hebat, ini akan memperkuat keyakinan yang memberdayakan Anda lagi dan lagi.

Namun, sebaliknya jika Anda yakin bahwa sesuatu tidak mungkin terjadi, bahwa itu tidak bisa dilakukan apakah Anda akan melakukan sesuatu? Sepertinya tidak. Bahkan, meskipun Anda tetap melakukannya, Anda akan berhenti di tengah jalan pada saat Anda menemui masalah. Sebagai hasilnya, Anda mungkin saja memiliki semua potensi di dunia, tetapi Anda tidak mengalirkannya. Dan tentu Anda tidak akan mendapatkan hasil apa-apa. Jika ini terjadi, hal selanjutnya akan memperkuat keyakinan Anda bahwa hal tersebut memang tidak mungkin terjadi atau tercapai.

Sebagai contoh, jika Anda tidak yakin dapat mencapai suatu target penjualan atau meraih suatu prestasi, maka Anda tidak akan pernah mencobanya dengan serius. Meskipun Anda mencobanya, Anda akan berhenti saat ada tantangan dan mulai dikuasai keyakinan yang menghambat, “Ini terlalu sulit”, atau “Saya tidak mungkin mencapainya”.

Jadi, Anda lihat, jika kita percaya bahwa sesuatu dapat terjadi, tidak diragukan lagi kita akan membangkitkan semua sumber daya yang kita miliki untuk mendukung keyakinan tersebut. Kita akan membuka keran kreativitas, energi dan sumber daya kita. Apakah hal ini berarti kita akan dapat menghasilkan sesuatu yang betul-betul sama seperti yang kita inginkan? Tidak selalu. Tetapi, memiliki keyakinan bahwa kita mampu melakukan atau mendapatkan sesuatu akan membuat kita mampu menghasilkan sesuatu yang jauh melebihi yang mungkin kita lakukan tanpa memiliki keyakinan tersebut.

Ingat selalu bahwa jika Anda memiliki keyakinan mental yang mendukung maka itu akan menjadi pemicu agar Anda dapat menemukan cara untuk mencapai apa yang Anda inginkan.

Once you believe, you will trigger the power to find a way to achieve it“.

Sumber: Haryanto Kandani - Motivator & Self Improvement Trainer

Comments

How to achieve anything you want

Setiap orang pasti punya keinginan untuk meraih hal-hal yang besar dalam hidupnya. Ada yang ingin sukses, kaya, karir yang terus meningkat, mencapai target penjualan, ataupun impian-impian yang menjadi kenyataan.

Tapi sayangnya mengapa tidak semua orang dapat meraih apa yang mereka inginkan? Salah satu faktor utama adalah karena mereka tidak mempunyai keyakinan mental (belief system) yang mendukung untuk apa yang mereka ingin raih.

Didalam pikiran (mindset) kita ada sebuah kekuatan yang besar yang bisa mendrive hidup kita dan memberikan dampak yang luar biasa. Ini yang dinamakan belief atau keyakinan mental yang terbentuk dalam pikiran seseorang, entah secara sadar atau tidak sadar menentukan setiap sikap, tindakan, dan hasil pencapaian kita.

Kalau yang terbentuk adalah keyakinan mental yang membatasi hidup kita (self limiting belief) maka kita akan sulit mencapai hasil yang lebih maksimal lagi, mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi, meraih target yang lebih tinggi, jenjang karir lebih baik, melihat impian kita menjadi kenyataan.

Ada beberapa contoh keyakinan mental yang tidak mendukung :

  • Cari uang itu susah.
  • Saya masih terlalu muda atau sudah tua untuk bisa sukses.
  • Keberhasilan saya ditentukan nasib baik.
  • Saya cacat maka saya ini tidak berguna.
  • Apabila saya ditolak dalam penjualan maka produk saya pasti jelek.
  • Saya tidak punya modal, koneksi, dan fasilitas untuk bisa maju.

Hal-hal tadi apabila Anda yakini maka akan segera menjadi kenyataan “Because you will receive what you believe“. Mengapa Anda tidak menganti dengan keyakinan yang lebih memberdayakan misalnya: cari uang itu mudah asal tahu caranya dan tempatnya, karena saya masih muda maka saya punya banyak energi dan waktu yang lebih, walaupun saya sudah tua ternyata banyak orang yang sukses diumur yang sudah lanjut, keberhasilan saya ditentukan oleh tindakan dan usaha saya bukan oleh nasib, banyak orang cacat yang punya prestasi luar biasa, saya ditolak dalam penjualan berarti saya harus memiliki strategi yang tepat, saya memiliki modal yang menjadi fasilitas untuk maju yaitu kemampuan pikiran saya.

Jika Anda ingin meraih lebih banyak dari apa yang sudah Anda raih saat ini, maka hal yang harus Anda lakukan adalah segera menganti keyakinan mental yang tidak memberdayakan (disempowering belief) dengan keyakinan mental yang memberdayakan (empowering belief) lalu meningkatkan level keyakinan tersebut untuk suatu pencapaian.

Selamat meraih apa yang Anda inginkan!

“Kita bisa sukses sekalipun tidak ada orang yang percaya pada kita, tapi kita tidak akan pernah sukses kalo tidak percaya pada diri sendiri.”

Sumber: Haryanto Kandani - Motivator & Self Improvement Trainer

Comments

Giving your best in the workplace

Sebagai seorang karyawan, Andalah yang bertanggung jawab penuh atas karir anda dan seberapa cepat peningkatan yang anda akan raih. Berikut ini ada beberapa tips yang dapat anda praktekkan untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas anda yang akan mempengaruhi peningkatan karir anda.

1. Bekerja dengan lebih cepat
Kembangkan senantiasa perasaan terdesak (sense of urgency) untuk apapun yang ingin anda kerjakan atau lakukan. Bertindaklah segera, lakukan pada waktunya, jangan biasakan menunda pekerjaan anda agar tugas-tugas anda tidak menumpuk. Orang yang mengerjakan pekerjaannya dengan lebih cepat akan jauh lebih maju dari orang-orang yang suka menunda.

2. Lakukan lebih banyak hal yang penting
Oleh karena anda hanya mempunyai jumlah jam yang tertentu setiap hari maka pastikan anda menghabiskan setiap menit untuk melakukan hal-hal yang berharga bagi anda dan perusahaan bukan hal-hal lainnya. Hindari fokus pada pekerjaan yang berprioritas rendah karena itu cuma mendatangkan output yang rendah pula.

3. Kerjakan lebih dari yang diharapkan
Banyak orang memiliki pandangan bahwa mereka cukup mengerjakan sesuai dengan yang perusahaan bayarkan makanya tidak heran mereka sulit untuk dipromosi dan mengalami kenaikan gaji. Kalau kita ingin segera meningkat dan mendapatkan promosi maka usahakan selalu untuk mengerjakan tugas kita lebih dari yang diharapkan, karena kita selalu akan dibayar atas apa yang kita lakukan terlebih dahulu bukan sebaliknya.

4. Berikan perhatian pada hal detail
Perhatian anda pada hal-hal detail akan membawa anda semakin menonjol dalam pekerjaan karena mungkin tidak semua orang akan memperhatikan apa yang seharusnya dibenahi atau ditindaklanjuti.

5. Jadilah ahli di bidang yang anda kerjakan
Semakin ahli anda di bidang pekerjaan yang anda tekuni maka semakin mahal nilai anda. Terus fokus kembangkan keahlian anda secara konsisten karena ini penentu karir dan penghasilan anda.

6. Jadilah problem solver
Kita perlu menyadari selalu bahwa kita dibayar untuk memecahkan masalah dalam perusahaan bukan menjadi pembuat masalah. Setiap orang cuma akan diingat dari masalah yang dipecahkannya atau masalah yang diciptakannya. Ketika kita mampu memecahkan masalah yang lebih besar maka kita akan segera mendapatkan upah yang lebih besar.

Sumber: Haryanto Kandani - Motivator & Self Improvement Trainer

Comments

Achieve target through visualization

Apapun sasaran, target atau impian yang Anda miliki dalam hidup ini akan jauh lebih mudah diraih apabila Anda sering membayangkannya, mengimajinasikannya, hal ini bisa dilakukan dengan teknik visualisasi yang tepat dan konsisten.

Visualisasi akan membantu Anda untuk mengalirkan semua energi, fokus dan tindakan yang berorientasi pada apa yang hendak Anda capai secara signifikan.

Ada 4 unsur yang dapat dipraktekkan untuk meningkatkan kualitas visualisasi Anda terhadap sasaran atau target yang ingin dicapai, unsur tersebut antara lain :

1. Kejelasan
Ini menunjukkan seberapa jelas Anda dapat melihat sasaran yang akan diraih dengan imajinasi Anda. Hal ini sangat penting karena ada kaitan langsung antara seberapa jelas Anda dapat memvisualisasikan sasaran Anda dengan seberapa cepat sasaran itu menjadi kenyataan. Hal ini disebabkan karena pada saat Anda memulai proses visualisasi, sasaran Anda akan sering kabur dan tidak jelas, namun semakin sering Anda melakukan visualisasi sasaran Anda akan semakin jelas, maka gambaran yang jelas itulah yang akan membuat Anda semakin menjadi termotivasi untuk fokus pada tindakan-tindakan yang harus dilakukan dalam mewujudkan sasaran Anda. Kebanyakan orang tidak dapat melihat sasaran mereka dengan jelas sehingga ini seringkali mempengaruhi proses pencapaian.

2. Durasi
Unsur ini diartikan sebagai seberapa lama Anda dapat mempertahankan gambaran mental sasaran Anda di dalam pikiran. Karena semakin lama Anda dapat mempertahankan gambaran mental tersebut maka semakin dalam Anda akan memprogram sasaran ini pada diri Anda sendiri untuk mencapai sasaran yang dituju.

3. Intensitas
Terus tingkatkan jumlah emosi yang dapat Anda gabungkan dengan gambaran mental itu. Semakin intens Anda menginginkan sasaran yang Anda visualisasikan maka semakin kuat keyakinan dan dorongan diri Anda untuk bertindak menuju pada sasaran.

4. Frekuensi
Ini menunjukkan seberapa sering Anda memikirkan dan membayangkan sasaran Anda sebagai suatu realitas sepanjang hari. Saat Anda benar-benar menginginkan sesuatu, Anda akan menemukan diri Anda sedang memikirkannya terus menerus.

Semakin sering Anda membayangkan sasaran Anda seakan-akan sudah terwujud, maka semakin cepat Anda akan menarik sasaran itu kedalam hidup Anda.

Dengan mempraktekkan ke 4 unsur visualisasi ini maka pencapaian sasaran atau target Anda akan menjadi lebih mudah.

“Visualization is the preview of our achievement”

Sumber: Haryanto Kandani - Motivator & Self Improvement Trainer

Comments

Tim yang tepat vs Strategi vs Marketing ?

Untuk posting pertama dari kategori ini, kami akan mengutip perkataan Harris E. DeLOACH, Jr. (Presiden dan CEO Sonoco) yang diambil dari salah satu buku karangan Donald Trump. Buku tersebut berisikan nasihat bisnis terbaik yang pernah Donald dapatkan selama hidupnya. Sekarang kami akan membagikan beberapa nasihat dari buku tersebut.

Orang-orang yang tepatlah yang membangun bisnis

Charles W. “Charlie” Coker, chairman dari dewan direksi Sonoco Products Company dan mantan CEO dari 1976 hingga 1998, pernah memberi saya kata-kata bijak ini:

“Sonoco berkembang selama lebih dari 104 tahun berkat keberhasilan orang-orangnya. Kesuksesan berkepanjangan seperti ini tidak mungkin datang dari yang lain. Lagi pula, sebuah perusahaan merupakan sekumpulan orang yang menciptakan produk, membuat semuanya bekerja untuk mencapai hasil finansial dan, pada akhirnya menciptakan reputasinya, Orang-orang yang tepatlah yang membangun bisnis!”

Saya telah menyimpulkan bahwa kesuksesan dan kegagalan terbesar di dalam bisnis paling sering ditentukan oleh apakah orang yang tepat berada pada pekerjaan yang tepat. Anda dapat memiliki strategi terbaik, tapi strategi tersebut tidak ada harganya tanpa orang-orang yang tepat untuk melaksanakannya. Sebaliknya jika Anda memiliki strategi yang salah tapi memiliki orang-orang yang tepat, mereka akan mengoreksinya. Orang-orang yang tepat benar-benar membangun suatu bisnis.

kemudian kutipan yang kedua adalah dari James P. EVANS (CEO Jenny Craig, Inc) yang diambil dari buku yang sama.

Cari orang yang tepat terlebih dahulu

Pada tahun 1982, mantan bos saya, presiden dan COO Hyatt memberi saya nasihat ini: Lupakan semua tetek-bengek marketing. Pikirkan tentang orang yang Anda pekerjakan. Fokuskan pada upaya memperoleh orang yang tepat di tempat yang tepat di tim Anda, dan sisanya akan menyusul.

Apakah rata-rata bisnis yang berjalan saat ini sudah memikirkan hal ini? apa yang menjadi prioritas utama mereka dalam membangun bisnis? hanya strategi bagaimana menjatuhkan pesaing? hanya strategi marketing untuk mendapatkan klien/pelanggan sebanyak-banyaknya? hanya memburu profitkah?

Apabila Anda yang sedang membaca artikel ini juga memiliki bisnis atau memiliki posisi yang bertanggung jawab untuk mengelola orang-orang di perusahaan tempat Anda bekerja. Berikut pertanyaan untuk Anda renungkan: Apakah bisnis yang sedang Anda jalankan saat ini sudah dibangun diatas fondasi yang kuat yaitu orang-orang yang memang tepat untuk Anda, sehingga bisnis Anda dapat berkembang dengan baik? hanya Anda yang bisa menjawab pertanyaan tersebut.

sumber: buku Donald Trump - THE WAY TO THE TOP

Comments

« Previous entries